BAHAYA STUNTING DAN OBESITAS PADA REMAJA

 Hola Pixies! Ngomong-ngomong, nanya deh. Kalian tahu dan kenal gak dengan istilah “obesitas”? Istilah ini terkadang bikin banyak orang takut dan galau. Dan ternyata hal ini menjadi momok di Indonesia lho. Apalagi di kalangan remaja yang saat ini terbilang gak terlalu banyak bergerak. Untuk itu mari kita cerita tentang Bahaya Obesitas dan Stunting Pada Remaja. Dibaca sampe bawah ya!

Hari Gizi Nasional 2022

Jadi aku sempat hadir pada webinar Hari Gizi Nasional Ke 62  di tanggal 17 Februari kemarin. Dengan tema Kolaborasi Asik Cegah Risiko Obesitas dan Stunting. Pada acara ini, target utamanya adalah para remaja.

Kenapa harus remaja?

Karena pada saat seperti ini remaja cenderung lebih mudah terpengaruhi dengan apa yang dia lihat. Seperti misalnya dia mengikuti salah satu influencer favorit. Apa saja yang di lakukan oleh idolanya tersebut akan diikuti. Dari mulai item kecantikan, hingga makanan.


Terkadang para remaja ini tak sadar bahaya dari mengikuti para influencer ini. Dari mulai varian makanan yang mungkin kurang sehat, juga mungkin beberapa aktivitas yang mungkin tidak cocok diikuti oleh mereka ini.


Dalam agendanya pada acara kemarin Kementrian Kesehatan Nasional Indonesia memcoba mengingatkan kepada para masyarakat bahaya stunting dan juga obesitas. Dengan menggandeng beberapa lembaga seperti Tanoto Foundation, Nutrition International, dan juga industri PT Yakult Indonesia.


Tanoto Foundation berfokus pada pentingnya sadari bahaya stunting pada remaja. Uniknya lembaga satu ini turut menggandeng remaja lain untuk membuat konten tentang masalah tersebut. Dari mulai pembuatan buku, pembuatan video dan foto, hingga pembuatan konten pada platform media sosial. Hal ini tentu menjadi edukasi yang mengasyikan bagi para remaja.


Menurut Melinda Mastan, S.Gz (Grand Officer, Tanoto Foundation). Cegah stunting sebelum genting pada remaja merupakan hal yang sangat penting dan krusial. Karena para remaja ini merupakan penerus bangsa yang kelak akan menjadi bibit unggul calon pemimpin.


Cegah Stunting Sebelum Genting

Menyambung juga dari pernyataan sebelumnya, ada Eriana Asri, M.PH (Nutrition International). Beliau mengangkat program pentingnya sumber gizi yang seimbang pada remaja. Program ini telah dijalankan di Asia dan Indonesia merupakan salah satunya. Pemanfaatan platform digital pun tak dilewatkan.

Kursus Gizi Remaja

Nutrition International juga membuka kursus gratis yang bisa diikuti oleh berbagai kalangan. Tujuan kursus ini adalah melatih pendaftar agar bisa menjadi pendamping gizi para remaja di sekitar lingkungannya maupun didaerahnya yang lebih besar. Berikut ini link daftar kursus Nutrition International https://giziremaja.learning.nutritionintl.org/


Gizi seimbang pencegah stunting dan obesitas tidak bisa berjalan baik tanpa adanya gaya hidup yang sehat. Nazhif Gifari, S.Gz, M.Si (Universitas Esa Unggul). Dengan melakukan aktivitas seperti olahraga kecil setiap hari tentunya dapat membantu. Dengan begitu intensitas lemak pada remaja pun akan menjadi lebih rendah. Sehingga resiko obesitas jadi bisa lebih di minimalisir.

Lalu, terakhir ada Ni Putu Desy Aryantini Ph.d (PT. Yakult Indonesia). Yang mana menyebutkan PT Yakult Indonesia turut mendorong gerakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) di lingkungan masyarakat. Dimulai dari usia anak sekolah hingga ke lingkungan warga masyarakat setingkat RT, RW, dan hingga yang terbesar daerah.


Untuk penyampaian PHBS sendiri dibawakan dengan cara yang kreatif dan singkat. Tapi tetap mengena kepada tema yang diusung oleh PT Yakult Indonesia sendiri.


Petite Pixie


0 Comments

Please kindly share your thoughts down below. Sorry for the inconvenient, but active link will be remove.
XoXo Bella