KOMEDI, JALAN NINJA KEMUKAKAN PENDAPAT MASA KINI

"Kita tidak bisa menilai masa lalu seseorang dengan standar saat ini"

Hola Pixies! Sebagai manusia kita pasti selalu dihadapkan berbagai masalah kehidupan. Salah satunya adalah masalah yang bersinggungan dengan isu sosial dan budaya. Kedua hal tersebut sangat bersinggungan. Mengemukakan pendapat lewat komedi menjadi jalan ninja agar mudah diterima banyak pihak. Dibaca cerita ini sampai akhir ya.

KOMEDI, JALAN NINJA KEMUKAKAN PENDAPAT MASA KINI

Pada hari Kamis, 21 April 2022 lalu, aku menyaksikan Instagram live Bincang MIMDAN #6 melalui akun Merajut Indonesia. Turut mengundang juga komika Indonesia Abdul Arsyad. Dalam bincang kali ini hadir dengan tema “Bicara Budaya dan Kritik Sosial Lewat Komedi”

Acara dimulai dengan dibacakannya biodata singkat dari Abdul Arsyad. Ia ini merupakan seorang komika yang terkenal lewat audisi Stand Up Comic yang diadakan di salah satu stasiun tv swasta, pada tahun 2014. Dari situ karirnya terbilang cemerlang dan merambah ke dunia akting.

Dari awal pertama kali muncul ia selalu percaya diri membawakan komedi yang berselip sentilan bagi kedua isu yang kita sebutkan tadi. Seperti pada grand final SUCI 4, ia mencoba mengkritik negara ini dan para pemimpin dengan cara yang menghibur. Juga tentunya dengan komedi penuh sentilan halus.

Menurutnya komedi lahir dari interaksi antar manusia. Dan juga komedi juga tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Karena dengan interaksi tersebut banyak ekspresi yang muncul dan komedi adalah salah satunya

Untuk itulah komedi dapat menjadi jalan untuk menunjukkan pendapat. Dengan hal ini diharapkan mungkin masyarakat bisa menerima tentang isu tersebut. Meski ekspresi dari masyarakat dapat cenderung berbeda. Tetapi dengan komedi, kita bisa menyampaikan pendapat dengan menyenangkan dan tanpa menyinggung banyak pihak.

Lalu, materi yang ditampilkan oleh Abdur Arsya muncul dari kepedulian dan juga keprihatinan. Juga dijadikan sebagai wadah alternatif untuk mengemukakan pendapat. Tak cuma itu, tetapi untuk mengekspresikan perasaan kita terhadap apa yang dekat dengan kehidupan.

Materi yang disampaikan saat berkomedi diharapkan dapat sampai ke penonton. Tak jarang juga ia menemukan banyak para penonton yang meninggalkan komentar. Baik pada laman sosial miliknya berkenaan dengan materi yang pernah ia sampaikan. Hal ini membuktikan bahwa apa disampaikan lewat komedi diterima dengan baik.

Sebelum memulai sebuah komedi yang syarat isu atau kritik sosial, kita harus giat membaca. Karena kita harus memperbanyak preferensi. Jadi kita jangan hanya mengemukakan kritik sosial di lingkungan sekitar tanpa tahu apapun. Apalagi saat kita ingin mengemukakannya ke masyarakat.

Meski penyampaian materi komedi belum dapat merubah pola pikir masyarakat. Tetapi, hal ini tentunya sedikit demi sedikit tertanam. Bisa jadi, seorang penonton tersebut menyampaikan apa yang dia dapat dari komedi kepada orang lain. Dan hal tersebut dapat merubah pola pikir masyarakat lain.

Lalu kita juga harus turut maju termasuk dalam komedi. Jangan menilai masa lalu seseorang dengan standar saat ini. Seperti contohnya perbedaan komedi pada masa lalu dan masa sekarang yang tidak bisa dipukul rata. Tentunya pada zaman dahulu segala sesuatu tersebut terbilang bebas dan sosialisasi akan komedi akan sulit apabila mengandung kritik sosial saat itu.

Sementara untuk standar saat ini apabila komedi hanya bermodal lucu tanpa berisi, terbilang sangat hambar. Banyak komika dan para komedian saat ini membekali diri dengan materi yang dalam dan syarat kritik sosial. Dan kalau aku perhatikan, komedi sejenis ini justru lebih digandrungi di masyarakat. Mungkin karena mewakili pola pikir mereka yang merasa sulit untuk mengeksresikannya.

Jadi, guys, kalau kita ini ternyata tertarik ingin masuk jalur komedi harus banyak yang diperhatikan. Seperti misal materi yang akan kita sampaikan itu relatble dengan standar sekarang atau tidak. Juga kita juga harus bisa meraba, apakah materi tersebut bisa menmyinggung suatu pihak. Kita juga harus selalu memperbanyak referensi baik dari buku atau media massa.

Cerita kali ini berakhir ya. Sebelumnya aku mau ngingetin kalian untuk follow Instagramnya @merajut_indonesia untuk mengikuti banyak bincang Pandi Lewat Program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN)(click).

Segini dulu ya cerita kali ini. Buhbye Pixies!

Petite Pixie

0 Comments

Please kindly share your thoughts down below. Sorry for the inconvenient, but active link will be remove.
XoXo Bella