PENTINGNYA HAK KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI BAGI DISABILITAS

Hola Pixies! Sebagai manusia kebutuhan seksual adalah satu hal yang layak kita perjuangkan. Misal dengan cara yang halal tentunya ya. Nah, kalian tau juga gak? Kalau para penyandang disabilitas dan juga OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta) perlu memperjuangkan hal tersebut. Aku mau cerita tentang Pentingnya Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Bagi Disabilitas. Dibaca sampai akhir ya!

Pentingnya Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Bagi Disabilitas

Masih dalam rangka sosialisasi disabilitas dan OYPMK bersama Ruang Publik KBR dan NLR Indonesia. Bersama - Nona Ruhel Yabloy, Project Officer HKSR, NLR Indonesia - Westiani Agustin, Founder Biyung Indonesia. - Wihelimina Ice, Remaja Champion Program HKSR. Kali ini pembahasannya mungkin agak sedikit sensitif bagi kita. Mengapa demikian? Karena kurangnya pengetahuan seksual yang baik di masyarakat.

Narasumber Ruang Publik KBR

Kurangnya pengetahuan seksual bukan hanya kurang bagi penyandang disabilitas dan OYPMK saja. Tetapi bagi banyak masyarak luas yang ada di negara kita ini. Sehingga saat kita membahas hal tentang seksual, akan langsung dikaitkan dengan hal yang tabu atau tidak layak diperbincangkan.

Tapi yang seharusnya kita ketahui pembelajaran seksual sejak dini ternyata sangat dibutuhkan. Lalu pada remaja disabilitas yang beranjak dewasa, keluarga selalu merasa hal tersebut sangatlah tidak penting. Ini adalah salah, karena pada hakikatnya penyandang disabilitas harus didampingi oleh orang tua terkait kesehatan seksual dan reproduksi.

Menurut Wihelimina Ice, Remaja Champion Program HKSR. “Sebagai penyandang disabilitas, saya punya hak untuk mengetahui lebih banyak materi atau pembelajaran tentang kesehatan seksual dan reproduksi. Karena saya percaya, saya juga punya hak yang sama dan setara dengan remaja non disabilitas.”

Hal ini sebenarnya membuat aku sebagai masyarakat non disabilitas menjadi lebih terbuka wawasannya. Karena ternyata hak akan kebutuhan seksual pasti dapat dirasakan juga oleh para penyandang disabilitas. Sebenarnya, aku pun sempat menganggap bahwa hal ini sepertinya agak tidak terlalu penting bagi mereka. Tetapi dengan begitu, sama saja dengan kita merenggut hak mereka untuk tumbuh dan berkembang.

Sembari menulis ini aku jadi berharap banget pemerintah akan lebih gencar dengan sosialisasi terhadap disabilitas. Pada hakikatnya mereka sama manusia seperti kita yang mempunyai hak yang setara.

Apabila kita tidak bisa mulai dengan hal yang besar, kita bisa mulai dengan hal yang kecil. Seperti yang aku lakukan ini, menulis. Dengan menulis seperti ini besar harapanku agar setiap pembaca dapat mendapat pengetahuan lebih tentang hak dan juga kebutuhan bagi penyandang disabilitas.

Jadi jangan sampai ada lagi para penyandang yang di diskrimasi hanya karena mereka mrempunyai kekurangan. Kita seharusnya bisa mencontoh negara barat. Dimana, disana para penyandang diberikan ruang yang sama dengan masyarakat non disabilitas. Disana juga mereka dapat bekerja, bersosialisasi, hingga berkeluarga.

Untuk itu, yuk mari dukung pemerintah dalam menyebarkan sosialisasi tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi penyandang disabilitas, juga OYPMK.

Segitu dulu cerita kali ini. Semoga jadi menambah wawasan dan pencerahan ilmu bagi kita.

See you later. Buhbye Pixies!

Bella Zhee


0 Comments

Please kindly share your thoughts down below. Sorry for the inconvenient, but active link will be remove.
XoXo Bella