KESETARAAN DALAM BERKARIR BAGI OYPMK DAN DISABILITAS

Hola Pixies! Dalam seiring berjalannya zaman, kita sebagai manusia yang berakal harus bergerak maju dan berkembang. Hal ini juga harus turut dirasakan oleh para OYPMK dan disabilitas. Stigma di masyarakat menyebabkan mereka kurang berkembang dan makin dikucilkan. Cerita kali ini adalah Kesetaraan Dalam Berkarir Bagi OYPMK dan Disabilitas. Dibaca sampe akhir ya.

KESETARAAN DALAM BERKARIR BAGI OYPMK DAN DISABILITAS

Tema kali ini masih dalam rangka menyadarkan masyarakat tentang OYPMK dan Disabilitas. Tentunya didukung oleh NLR Indonesia dan Ruang Publik KBR. Dalam acara kali ini dibahas tentang rehabilitasi sosial terintegrasi bagi OYPMK dan Disabilitas.

Kali ini Sumiatun S.Sos, M.Si - Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos dan Tety Sianipar - Direktur Program Kerjabilitas, yang akan memberikan kita ilmu terkait rehabilitasi sosial bagi OYPMK dan disabilitas.

Ruang Publik KBR

Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap kalau orang yang pernah mengalami kusta
OYPMK dan disabilirtas adalah kalangan yang tidak produktif. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran dari banyak industri untuk menyediakan lapangan kerja bagi mereka.

Tetapi apabila kita lihat, OYPMK dan disabilitas dapat menjadi produktif dengan bantuan masyarakat atau intansi terkait. Pemberian rehabilitasi sosial dan juga pelatihan tentunya dapat dilakukan agar mereka bisa maju, berkembang, mandiri, dan mempunyai nilai setara di masyarakat.

Menurut, Tety Sianipar - Direktur Program Kerjabilitas, “dalam sebuah pebnelitian bvaru-baru ini terdapat sebuah hasil yang mengacui kepada produktivitas pekerja. Dimana saat adanya disabilitas yang direkrut pada perusahaan tersebut, para pekerja lain cenderung mmeperlihatkan adanya peningkatan dalam bekerja. Jadi, dengan hadirnya disabilitas di yakini setara dengan cost yang dikeluarkan suatu perusahaan.

Perlu diketahui bahwa rehabilitasi sosial ini tidak akan berjalan dengan baik apabila kita sebagai masyarakat tidak memberikan kepercayaan bagi OYPMK dan disabilitas. Juga, kita juga harus menghilangkan stigma bahwa mereka ini tidak produktif.

Sebenarnya, apapun langkah yang diambil, tetap berawal dari kita. Mau sebaik apapun rehabilitasi, pelatihan, hingga kampanye, tetap tidak akan berjalan baik apabila dari dalam diri kita tidak memiliki rasa percaya. Dan kita juga tidak mau mengenyampingkan stigma buruk yang sudah tertanam sejak lama dalam diri kita.

Untuk itu, kita sebagai masyarakat yang berakal dan beraklhlak, harus mau ikut serta dalam kelangsungan hidup lingkungan sekitar. Kita bisa mulai dengan hal terkecil yaitu menyebarkan ilmu yang kita dapat dari webinar. Ataupun kita juga bisa mulai ikut banyak gerakan untuk kesetaraan OYPMK dan disabilitas yang biasanya tersedia di pemerintahan sekitar.

Nah, Pixies. Yuk, mulai hari ini jangan mengucilkan siapapun. Baik itu OYPMK, disabilitas, atau siapapun ya. Karena kita juga pasti tidak ingin merasa dikucilkan apabila berada di posisi mereka. Ayo lah kita sama-sama buat Indonesia lebih baik.

Cerita kali ini selesai. Sampe ketemu di cerita selanjutnya.

BuhBye Pixies!



0 Comments

Please kindly share your thoughts down below. Sorry for the inconvenient, but active link will be remove.
XoXo Bella